Sekolah Alam Gratis Untuk Pemulung Dan Masyarakat Sekitar

  • Guru-Guru Sekolah Alam Tunas Mulia.

  • Serah Terima Bangunan Baru Sekolah Alam

Minggu, 03 Desember 2017

Mutiara Dari Gunung Sampah

Ini kisah perjuangan Guru-guru Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang. Mereka dengan sukarela dan ikhlas memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar gunung sampah Bantar Gebang, untuk membangun pendidikan anak-anak pemulung. Kesungguhan anak-anak dalam belajar menjadi penyemangat guru-guru dalam proses pendidikan di sekolah. Mereka anak pemulung dengan semangatnya terus mengejar cita-cita mulianya. Terima Kasih kepada Pak Nadam, Bu Yati dan semua guru-guru yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Share:

Minggu, 20 November 2016

Alumni Tunas Mulia itu Bernama CAYEM


Alhamdulillah "Cayem" di wisuda
Cayem, salah satu mahasiswa binaan Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang - anak seorang pemulung- telah selesai melaksanakan studi Program Diploma III Akuntansi di Akademi Bina Insani, Kota Bekasi. Lulus dengan predikat "Sangat Memuaskan", Selamat untuk Cayem yang telah memperoleh gelar Ahli Madya (A.md)
Share:

Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Para pejuang sejati, guru dan relawan Sekolah Alam Tunas Mulia

  Sebagai seorang murid, tentu saja ingat sekali dengan jasa-jasa para guru yang telah mengajarkan ilmu kepadanya. Banyak pelajaran dan berbagai macam hal yang telah diajarkannya, hingga kita dapat mengetahui apa saja yang tidak kita ketahui sebelumnya. Semenjak dari kita masih sekolah di Play Group, TK, SD, SMP/Tsanawiyah, dan SMA/Aliyah, sampai kita berada di Perguruan Tinggi jenjang S1. Kemudian sampai nantinya, kita juga akan melanjutkan ke jenjang S2 dan S3. Coba hitung, sudah berapa banyak guru kita yang telah bergonta-ganti mengajarkan ilmu kepada kita (nggak terhitung banyaknya, bukan?) dan sudah berbagai macam jenis pelajaran yang sudah kita dapatkan dan pelajari? Pastinya sudah banyak sekali!

Mungkin para guru kita sudah pada lupa atau tidak mengingat kita lagi, dalam artian mungkin sekarang para guru kita sudah pada tua, karena faktor usianya, sehingga mereka tidak dapat mengingat lagi para muridnya satu persatu yang sangat banyak atau bahkan ada yang sudah meninggal dunia (semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah swt., Aamiin).

Semangat sobat! Walaupun guru kita tidak mengingat kita, yang penting kita terus ingat pada mereka. Yang jelas mereka sudah pernah berjasa dalam hidup kita dalam memberikan dan mentranfer ilmu yang mereka miliki pada kita sebagai muridnya. Kita akan selalu mengingat mereka didalam hati sanubari kita selamanya. Terima kasih Guruku, jasamu akan kukenang selalu. Yuuk kita nyanyikan lagu Terima Kasih Guru buat para guru kita.

Terima Kasih Guru
Cipt. Sri Widodo

Terima kasihku, kuucapkan
Pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna
Selalu kau limpahkan
Untuk bekalku nanti

Setiap hariku dibimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kanku ingat selalu
Nasehat guruku 
Terima kasihku ucapkan
Guru mendapat julukan PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Benar nggak, julukan itu? Kenapa? Kok ragu sih? Tentu saja julukan itu benar dong, gimana sih! (habis suka sebel juga sih, melihat guru yang suka berperilaku tidak baik dan kurang rasa tanggung jawabnya, serta tidak bisa menjadi teladan bagi muridnya baik dari perkataan maupun perbuatan. Emang ada guru begitu? Yup. Tapi sudahlah, maafkan segala khilaf dan salah guru-guru kita. Semoga Allah memberikan hidayah dan ampunan kepada mereka. Kalau ragu terhadap julukan Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, sekarang marilah pelan-pelan kita hilangkan keraguan itu. Karena guru yang berperilaku jelek itu hanya oknum, masih banyak kok guru yang berjiwa mulia. Secara umum, memang guru mengajar mendapatkan upah atau gaji, karena gaji itu kan memang diberikan sebagai ganti jerih payah sang guru dalam mengajar, karena guru kan juga membutuhkannya biaya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Yang dimaksudkan dengan julukan guru sebagai PAHLAWAN TANPA TANDA JASA tersebut kurang lebih begini, bahwa para guru telah mengajarkan ilmu yang mereka miliki dengan ikhlas dan penuh dengan rasa kasih sayang, serta dengan rasa tanggung jawab terhadap pelajaran yang diajarkan kepada para muridnya. Capek loh jadi guru, karena yang dikelola guru kan makhluk hidup yang terus bergerak. Mau ngerasain? Jadi guru aja! (hehe). Nah, oleh karena itulah, Allah swt. memberikan pahala yang tiada putusnya kepada para guru. Allah berfirman dalam Alquran.

 “Maka Allah memberi pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, yaitu surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, sedangkan mereka kekal didalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-Maidah: 85)

Rasulullah saw. bersabda dalam hadisnya.

“Jika anak Adam meninggal, maka seluruh amalnya terputus, kecuali tiga perkara; 1. Shadaqah jariyah, 2. Ilmu yang bermanfaat, 3. Anak shaleh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.” (HR. Muslim)
 
Share:

Masnah : Anak Pemulung yang Kuliah


Masnah, Mahasiswa semester V Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, adalah anak pemulung di TPA Bantargebang. Alumni SMP Sekolah Alam Tunas Mulia Bantargebang yang 9 tahun lalu harus dimotivasi untuk mau bersekolah, saat ini sudah mampu memberi motivasi kepada anak-anak pemulung lainnya di SD Yayasan Dinamika Bantargebang, untuk bermimpi dan meraih cita-cita yang tinggi. Kemampuannya untuk memberikan motivasi tidak kalah dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Ini adalah untuk kelima kalinya Masnah diundang untuk memberikan motivasi di sekolah-sekolah yang ada di Bantargebang.
Selamat dan sukses buat Masnah.
"Sekolah Alam Tunas Mulia Bantargebang, MEMBANGUN IMPIAN DARI NEGERI SAMPAH".
Share:

Sabtu, 19 November 2016

Ervan Wahyudin : Selesaikan Proyek di Sekolah Alam Tunas Mulia.



Subhanallah Alhamdulillah terima kasih Ya Allah... Akhirnya setelah beberapa bulan terakhir, kita selesai juga mengerjakan salah satu tugas berat project beauty with a purpose Miss Indonesia 2016 @natashamannuela untuk ajang miss world.
Trima kasih banyak untuk semuanya... Pak Nadam Dwi Subekti, Perwakilan Yayasan Sekolah Tunas Mulia.
Terima kasih utk @natashamannuela sorry banget kalo sering bentak dan terlalu jahat hahaaahha...
Terima kasih juga luar biasa utk kawan camera person RCTI yang handal dan luar biasa. Rela budrek dengar nyinyiran mulut gw. Berantem dsb. ahahha miss u Igu dan @jemmyjassin
Terima kasih role manager Miss Indonesia jeng @agathadevani sorry kadang banyak cincong gw hahahah...
Terima kasih seluruh warga Sumur Batu Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat.
Insha Allah berkah.

Ervan dan Nadam Subekti
Share:

Sabtu, 12 November 2016

Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang Tulisan DuniaBiza


Bangunan permanen bercat kuning menyedot perhatian saya ketika berkunjung ke Sekolah Alam, Tunas Mulia, di kawasan Sumur Batu, Bantar Gebang, Rabu, 4 April kemarin. Gedung dengan desain rumah panggung itu terlihat mentereng di banding beberapa bangunan lain di sana. Tak jauh dari gedung, anak-anak ramai bermain dan berlarian.
“Ini gedung baru sekolah di sini,” ujar Ibu Elly Indah Yani, salah seorang guru di Sekolah Alam Tunas Mulia. Bersama enam guru lainnya, ia terlihat antusias menunggu acara peresmian.
Gedung baru itu merupakan bantuan dari Wings Corporation –salah satu perusahaan penghasil produk makanan, minuman, perawatan rumah dan perawatan tubuh terkemuka di tanah air. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi Wings Peduli Kasih dengan Econity90, yaitu sebuah yayasan sosial non profit yang didirikan atas inisiatif dari alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia angkatan 1990.
“Nantinya gedung ini akan kami gunakan untuk tambahan ruang belajar,” ujar Bu Elly dengan semangat.


anak sekolak alam bermain sambil menunggu peresmian gedung baru, foto by @duniabiza
Anak sekolak alam bermain sambil menunggu peresmian gedung baru, foto by @duniabiza
Tak hanya bagi guru, anak-anak dan para orang tua juga terlihat bersemangat menanti peresmian gedung. Sejak peletakan batu pertama dilakukan, Januari lalu, mereka memang telah menunggu gedung baru itu. Kehadiran kelas baru di Sekolah Alam Tunas Mulia menjadi penyemangat untuk lebih rajin menuntut ilmu.
Bu Elly bercerita, saat ini baru ada dua bangunan yang dipakai untuk ruang belajar mengajar. Bangunan itu terbuat dari kayu dan terbuka. Selain itu mereka juga memanfaatkan ruang publik seperti aula kelurahan, dan musholla untuk belajar. Selain minim, kondisi ruang belajar yang ada juga minim. Di kala hujan, atap yang bocor akan mengganggu proses belajar mengajar.
Sekolah Alam Tunas Mulia saat ini memiliki sekitar 70 siswa PAUD dán TK. 50 anak SD, dan 20 anak setingkat SMP. Murid-murid di sekolah ini tak belajar setiap hari. Waktu belajar tiga kali seminggu.
Ruang kelas yang terbatas digunakan secara bergantian. Iya. Mereka, anak-anak yang tangguh ini, belajar di sela-sela aktivitas mereka ‘bergelut’ dengan gunungan sampah yang ada di Bantar Gebang.
Hampir sebagian besar murid-murid sekolah alam Bantar Gebang turut membantu orang tua menjadi pemulung, memilah sampah, dan menjualnya kepada pengusaha sampah. Sebagai tempat pembuangan akhir sampah dari Jakarta dan sekitarnya, sebanyak 6.000-6.800 ton sampah dibuang ke kawasan ini setiap harinya.
guru sekolah alam
Guru PAUD sekolah alam, foto by @duniabiza
Di tengah gundukan sampah itulah Sekolah Alam Tunas Alam berdiri. Ketika berada di lokasi, saya menyaksikan sendiri bagaimana gunungan sampah menjadi keseharian anak-anak di sini. Di belakang, depan, samping kiri dan kanan, gunungan sampah mengepung bangunan sekolah.
Semakin saya mencari tahu tentang sekolah ini, semakin saya takjub dengan semangat pendiriannya. Sekolah Alam Tunas Mulia didirikan dan dibina oleh Nadam Dwi Subekti, alumni fakultas peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Sekolah ini berdiri sejak 13 Oktober 2006 dan terbentang di tanah wakaf seluas 6 ribu meter. Dalam keterbatasan dan minimnya fasilitas, hingga kini Pak Nadam terus menyebarkan nyala pada anak-anak di Bantar Gebang untuk terus belajar dan menimba ilmu.


Bangunan baru Sekolah Alam
Serah terima bangunan baru Sekolah Alam. Foto by @duniabiza
Semangat memajukan dunia pendidikan dari Pak Nadam inilah yang membuat Wings tergerak untuk turut membantu. Public Relations Head PT Sayap Mas Utama, Bu Gabriella da Silva, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap peningkatan mutu pendidikan masyarakat khususnya yang tinggal di Bantar Gebang.
Lebih jauh Bu Gabriela mengatakan, Wings sangat antusias memberi bantuan gedung karena Wings percaya, pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas hidup. “Dengan pendidikan yang baik, kami berharap anak-anak Bantar Gebang bisa melihat dunia luar dengan lebih terbuka,” ujar Bu Gabriella di sela acara.
Untuk semakin memperkuat semangat memajukan dunia pendidikan itu jugalah, Wings sengaja memilih penyerahterimaan bangunan baru Sekolah Alam Tunas Mulia itu tak jauh dari peringatan hari pendidikan yang jatuh pada 2 Mei.
“Kami ingin sekolah ini melanjutkan semangat memajukan dunia pendidikan yang sudah diajarkan oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara.”

Impian dari Negeri Sampah



impian dari negeri sampah
Novel karya Pak Nadam dengan latar belakang gunung sampah Bantar Gebang. Foto by @duniabiza
Pengalaman bertandang ke Bantar Gebang, kemarin bagi saya benar-benar memberi banyak makna. Ini seperti perjalanan jiwa. Saya kembali diingatkan untuk terus bergerak maju. Semangat anak-anak Bantar Gebang untuk terus sekolah di tengah keterbatasan adalah pelecut yang ampuh.
Hal lain yang membuat saya tambah tergugah adalah semangat yang ditunjukkan oleh Pak Nadam Subekti. Selain serah terima bangunan baru, di hari yang sama, juga dilakukan peluncuran novel berjudul “Impian dari Negeri Sampah.”
Buku yang terbit atas bantuan Wings ini ditulis oleh Pak Nadam ini berangkat dari kisah hidup masyarakat Bantar Gebang untuk terus sekolah dan belajar. Termuat dalam 43 sub judul yang menggugah.


Pak Nadam Subekti bersama muris sekolah alam. sumber foto : beritasatu.com
Pak Nadam Subekti bersama muris sekolah alam. sumber foto : beritasatu.com
Pak Aristo Kristandyo, perwakilan Yayasan Wings Peduli Kasih berharap dukungan yang diberikan Wings dapat membantu dan memotivasi anak-anak Bantar Gebang. Ia berharap makin banyak masyarakat baik dari perusahaan maupun instansi pendidikan yang turut memberikan sumbangsih untuk kemajuan sekolah Tunas Mulia,
Bagi saya, sekilas membaca novel Pak Nadam, mampu memberi perspektif baru te tentang kehidupan. Novel setebal 365 itu merupakan cerminan semangat anak-anak Bantar Gebang untuk terus sekolah. Buku yang ingin menebarkan semangat dan keyakinan untuk memiliki dan tak pernah berhenti menggapai cita-cita.
“Keyakinan mencapai cita-cita yang mendorong orang untuk maju, dan kita perlu keyakinan untuk melawan kemiskinan,” prinsip yang dipegang dan ingin disebar Pak Nadam lewat novelnya.



Peluncuran buku Impian dari Negeri Sampah
Peluncuran buku Impian dari Negeri Sampah. Foto by @duniabiza



Pak Nadam bersama perwakilan Wings Peduli Kasih, Ecogniy90, dan undangan, Foto by @duniabiza
Pak Nadam bersama perwakilan Wings Peduli Kasih, Ecogniy90, dan undangan, Foto by @duniabiza
Kami pẩ blogger, sây, Mba ELisa, Mba Maria, Mba Lita dan Mas Agung berfoto bersama Pak Nadam. Foto by @ElisaKoraag
Kami para blogger, saya, Mba ELisa, Mba Maria, Mba Lita dan Mas Agung berfoto bersama Pak Nadam. Foto by @ElisaKoraag
Share:

Selasa, 09 Juli 2013

PROGRAM - PROGRAM YAYASAN TUNAS MULIA





A. PAKET SANTUNAN  SEMBAKO KELUARGA PEMULUNG DAN DHU’AFA 

Kami memiliki keluarga binaan sejumlah 2300 orang yang tersebar di 3 kelurahan di wilayah TPA Bantargebang. Apabila para donatur berminat memberikan santunan dapat memilih paket dan jumlah paket sebagai berikut :

PAKET I  @ Rp.75.000,-
- Beras
 -Gula Putih
-Minyak Goreng
 5 Liter      
2 kg           
2 Liter
PAKET II  @ Rp.100.000,-
- Beras
-Gula Putih
-Minyak Goreng
 8 Liter
 2 kg           
2 Liter
PAKET III  @Rp.150.000,-
- Beras
-Gula Putih
-Minyak Goreng
16 Liter
2 kg
2 Liter
PAKET IV  @ Rp.200.000,-
- Beras
-Gula Putih
-Minyak Goreng
23 Liter
2 kg           
2 Liter










B. PAKET PENDIDIKAN

I. Beasiswa Anak

·         PAUD  (Pendidikan Anak Usia Dini)
@Rp.40.000,-
·         SD  (Sekolah Dasar)
@Rp.50.000,-
·         SMP (Sekolah Menengah Pertama)
@Rp.75.000,-
·         SMA (Sekolah Menengah Pertama)
@Rp.250.000,-
·         PT (Perguruan Tinggi )
@Rp.500.000,-

II. Tenaga Pengajar

·         Jumlah pengajar
20 ORANG
·         Jumlah Jam Pelajaran
50 jam/bulan
·         Honor/jam
@Rp.50.000,-/jam
·         Total
20 x 50 x 50.000 = Rp.50.000.000,-














NB  : *  Mohon sumbangan dapat di transfer  ke rekening  MANDIRI a/n YAYASAN TUNAS MULIA  BANTAR GEBANG dengan Nomror (156-00-0384439-8)

       *  Setelah Melakukan Transfer agar segera mengkonfirmasi kepada pihak yayasan dan  akan diberikan tanda terima resmi dari pihak yayasan

*  Waktu penyerahan paket akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan  donatur dan
    yayasan

*  Contact Person : Soimam (081386560505)




B. PROGRAM YAYASAN YANG SUDAH DAN SEDANG BERJALAN
No
Divisi
Nama Program
Biaya/Bulan
Keterangan
1
Pendidikan
1.PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
2.Paket A (SD)
3.Paket B (SMP)
4.TBM (Taman Bacaan Masyarakat)
5.TPQ (Taman pendidikan Alquran)
6.Beasiswa 20 Anak Pemulung dan Dhu’afa
7.SSB (Sekolah Sepak Bola)
Rp.2.000.000,-
Rp.4.000.000,-
Rp.4.000.000,-
Rp.2.000.000,-
Rp.1.000.000,-
Rp.4.500.000,-
Rp.1.000.000,-
70 Siswa
35 Siswa
20 Siswa
101 Siswa
55 Siswa
15 Siswa
31 Siswa
2
Kesehatan
1.Pengobatan Masal Gratis Rutin Bulanan

2.Advokasi Kesehatan Masyarakat Miskin
Rp.1.000.000,-

Rp.3.000.000,-
Kerjasama dengan Lembaga Lain
Pendampingan Pasien
3
Pembinaan dan Pemberdayaan Pemulung
1.Sanggar Kreatifitas Anak Pemulung Bantar    Gebang.
2.Majelis Ta’lim Keluarga Pemulung
Rp.3.000.000,-

Rp.1.000.000,-
30 Anak

204 Orang
4
Usaha dan Pemberdayaan Ekonomi
1. Koperasi Syariah Pemulung Bantar Gebang
2.Budidaya ikan Lele
3.Ternak Sapi
4.Ternak kambing
5.Produksi Pupuk
Rp.3.500.000,-

Rp.5.000.000,-
-
-
-
6 Karyawan,300 anggota

5 Orang
1 orang
6 orang
1 orang
5
Program Kusus
1.Nikah Masal
2.Perbaikan Gizi Anak Pemulung dan dhua’fa
3.wakaf Tanah
4.Santunan Anak Yatim

Rp.750.000,-
Rp.6.000.000,-

Rp.250.000,-
Rp.200.000,-
Per Pasangan
300 anak

Per m2
Per Anak, 21 Anak Yatim
Share:

Video-1

Video-2

Video-3

Diberdayakan oleh Blogger.

Beauty

Breaking News

Blog Archive